Majalah Pedia

Catat Siklus Haid Tiap Bulan, Ini Manfaatnya

Siklus haid yang dirasakan oleh semua perempuan dan tidak sama setiap bulannya. Namun, tidak sedikit dari perempuan yang mengalami haid yang tidak teratur. Kondisi siklus haid yang tidak teratur bisa terjadi karena beberapa faktor, faktor tersebut bisa berupa stres atau banyak pikiran.

Pentingnya mencatat siklus haid setiap bulannya?

Perubahan siklus haid yang tidak teratur memang akan membuat perasaan menjadi jauh lebih cemas. Tak jarang Anda juga merasa takut dengan hal yang tidak diinginkan terjadi. Untuk mengatasi permasalahan kesehatan yang bisa terjadi di depan, maka sangat penting untuk mencatat perubahan siklus menstruasi di setiap bulan.

Mencatat siklus menstruasi akan membantu untuk memahami bagaimana siklus menstruasi bekerja dari bulan ke bulan. Apabila anda konsisten melakukan hal ini, maka secara tidak langsung akan membantu menjaga kesehatan. Terlebih proses menstruasi yang baik akan mempengaruhi kualitas kesehatan reproduksi perempuan.

Meningkatkan Peluang Kehamilan

Dengan mencatat siklus haid, akan membantu anda memahami peluang untuk bisa hamil setelah menikah nantinya. Utamanya bagi pasangan muda yang baru saja menikah, tentu harus memahami siklus haid sehingga bisa lebih cepat mendapat keturunan atau juga bisa menunda.

Sebagian besar perempuan yang telah menikah, justru tidak memperhatikan siklus menstruasi di setiap bulan. Oleh karenanya, perempuan jadi tidak mengetahui masa subur yang telah dialami. Padahal, dengan mengetahui masa subur akan membuat peluang kehamilan menjadi meningkat.

Masa subur sendiri terjadi di masa-masa ovulasi, utamanya ketika ovarium melepaskan sel telur. Ovulasi akan terjadi di sekitar 12 sampai 14 hari sebelum periode menstruasi dimulai. Rata-rata masa subur perempuan dimulai terjadi pada hari ke-10 sampai hari ke-17, setelah hari pertama haid.

Sebagai KB Alami

Apabila anda telah menikah dan berkeinginan untuk menunda kehamilan, maka catatan terkait siklus haid setiap bulan bisa dimanfaatkan. Catatan yang dibuat secara konsisten, sangat mampu menentukan masa subur atau masa tidak subur.

Anda tentu tidak bisa menghitungnya secara manual, sebab apabila siklus menstruasi setiap bulan mempunyai rentang 26 hari. Maka, masa tidak subur akan jatuh di hari ke 21. Adapun penetapan massa tidak subur tersebut tidak bisa dihitung, sehingga Anda bisa melakukan hubungan intim tanpa takut hamil.

Oleh karena itu, catatan siklus haid setiap bulan sangat penting untuk para perempuan. Sebab, bisa membantu sebagai KB alami agar kehamilan bisa tertunda.

Menentukan Umur Janin

Siklus haid juga bisa menentukan umur janin yang ada di dalam kandungan. Sebab, usia bayi di dalam kandungan memang tidak terlihat ketika melakukan USG pertama kali. Namun, ketika anda berkonsultasi biasanya dokter dan bidan akan menanyakan tanggal terakhir menstruasi.

Jika anda konsisten mencatat siklus menstruasi setiap bulan, maka hal ini akan sangat membantu anda untuk mengetahui umur janin. Pada umumnya, pasien yang datang hanya mengira-ngira kapan terakhir menstruasi. Padahal, setiap konsultasi kehamilan akan ditanya pertama kali dia menstruasi.

Perlu diketahui, bahwa hari pertama haid terakhir akan digunakan untuk memperkirakan usia kehamilan. Hari pertama haid terakhir juga bisa membantu anda untuk menetapkan hari perkiraan lahir bayi yang anda kandung.

Mengetahui Berbagai Jenis Gangguan Selama Menstruasi

Selain menentukan umur janin yang dikandung, rutin mencatat siklus haid juga bisa membantu kita mengetahui berbagai jenis gangguan selama menstruasi. Apabila anda mengalami beberapa keluhan seputar menstruasi, maka hal tersebut tidak bisa dianggap remeh.

Sebab, bisa saja gangguan yang anda derita berkaitan dengan masalah kesehatan lainnya yang jauh lebih serius. Oleh karena itu, Anda harus mencatat siklus haid setiap bulan agar bisa mendeteksi berbagai masalah kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.