Mei 27, 2022

Tim penyelamat tengah berupaya mencari korban selamat yang terperangkap di puing puing bangunan perumahan 12 lantai yang runtuh di utara Miami, Florida, AS pada Kamis (24/6/2021) pagi. Setidaknya satu orang tewas dan 99 lainnya masih hilang, melaporkan. Tidak jelas apa yang menyebabkan sebagian dari bangunan berusia 40 tahun itu runtuh.

Tim pencari yang bekerja sepanjang waktu dilaporkan mendengar suara orang orang menggedor di bawah puing puing. Setidaknya 102 orang kini telah didata, tetapi tidak pasti berapa banyak orang yang berada di dalam gedung ketika apartemen itu runtuh. Puluhan orang yang selamat telah ditarik keluar dari puing puing.

Presiden Joe Biden telah menyetujui deklarasi darurat untuk Florida, yang berarti Badan Manajemen Darurat Federal akan membantu badan badan negara bagian dengan upaya bantuan. Kamis malam, ratusan penyelamat menggunakan kamera sonar dan anjing yang dilatih khusus saat mereka menjelajahi puing puing untuk mencari korban selamat. Tim juga menggali terowongan dari tempat parkir bawah tanah di bawah gedung dalam upaya untuk menjangkau para korban.

"Tim pemadam kebarakan dan penyelamatan ada di sana dengan tim pencari mereka, membawa anjing mereka," kata Direktur Polisi Miami Dade Freddy Ramirez kepada wartawan. "Mereka berada dalam mode pencarian dan penyelamatan, dan mereka akan berada dalam mode itu untuk sementara waktu." "Mereka tidak berhenti. Mereka akan bekerja sepanjang malam. Mereka tidak berhenti."

Tim pencari mendeteksi ada suara benturan dan suara lainnya, tetapi tidak ada suara (manusia) dari berton ton puing. Para pejabat mengatakan upaya penyelamatan cukup berbahaya karena puing puing bisa runtuh di atas korban. "Proses ini lambat dan metodis," kata Ray Jadallah, asisten kepala pemadam kebakaran Miami Dade Fire Rescue.

"Setiap kali kami mulai melewati bagian dari struktur, puing puing menjatuhi kami." Hujan dan badai yang terus menerus semakin memperumit tugas yang sudah sulit bagi tim pencarian dan penyelamatan. Pihak berwenang telah mulai mengambil sampel DNA dari kerabat mereka yang masih hilang jika hanya sisa sisa tubuh anggota keluarga mereka yang ditemukan di puing puing.

Keluarga dari korban yang hilang telah berkerumun di sekitar pusat komunitas beberapa blok dari gedung yang runtuh. Mereka menunggu informasi sambil bersiap hadapi yang terburuk. Nicolas Fernandez mengatakan panggilannya untuk keluarganya tidak dijawab.

"Saya pikir mereka sudah pergi," katanya kepada CBS. "Saya tidak ingin pesimis, tetapi kami telah memanggil mereka tanpa henti tanpa jawaban." Sementara itu, Jenny Urgelles terbangun oleh berita bahwa gedung orang tua telah runtuh.

Dia menelepon mereka, tetapi kedua ponsel mereka langsung dialihkan ke pesan suara. "Saya berpegang pada harapan. Saya sangat putus asa untuk mengetahui apa yang terjadi," katanya kepada saluran TV lokal. Sebagian besar Menara Champlain yang terletak di tepi laut di kota Surfside runtuh ke tanah pada dini hari Kamis (24/6/2021).

Saksi mata menyebut telah mendengar sesuatu seperti guntur sebelum melihat awan debu besar. Saksi mata lain membandingkan peristiwa itu seperti serangan 11 September di Menara Kembar New York tahun 2001 lalu. Salah seorang penghuni apartemen, Barry Cohen, sedang berada di tempat tidur ketika bangunan itu mulai runtuh.

"Kedengarannya seperti guntur, dan saya dan istri saya, kami pergi ke balkon; sepertinya sebuah bom meledak, kotoran dan debu dan asap ada di mana mana," katanya kepada BBC. "Kemudian seluruh bangunan hanya berguncang dengan ledakan yang sangat besar," kata Cohen. "Saat kami buka pintunya, tidak ada bangunan di sana, hanya tumpukan puing puing," katanya.

"Jadi kami turun ke garasi, dan ada air yang bocor dari pipa; itu sampai sekitar lutut saya, dan kami berkata: 'Kami tidak ingin tinggal di sini karena kami bisa tenggelam.'" Akhirnya, dia berbicara dengan layanan darurat dan mereka menyelamatkannya sebelum bangunan itu runtuh sepenuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.